mau tau tugas PENKOM IPTP 44?

vanduth...

Langkah-Langkah Mencari Korelasi Spearman Dan Persamaan Regresi Linearnya Pada Program MINITAB

Hal pertama yang dilakukan untuk mencari korelasi dan regresi adalah buka program MINITAB 14 kemudian masukkan data yang akan diolah sebagai contoh adalah skor ketangkasan jari dan kemampuan mekanikal pekerja. Pada kolom C1 ketik Pekerja, di C2 masukkan ketangkasan jari, dan pada C3 kemapuan mekanikal kemudian masukkan nilainya masing-masing. Setelah itu klik data, rank, akan muncul jendela rank, di data rank in sorot C2, klik select dan di store ranks in ketik C4, kembali pilih data, ranks, di rank data in sorot C3dan klik select, dan di store ranks in klik C5 kemudian OK. Akan muncul pada worksheet peringkat pada kolom C4 dan C5.

Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik C6 dan di expression sorot C4, klik select, kemudian klik tanda -, sorot C5 klik select kemudian OK. Kembali calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik C7 dan di expression sorot C6, klik select, klik tanda * kemudian sorot C6 klik select dan klik OK. Setelah itu calc, Column Statistic, di statistic klik sum, di input variable sorot C7 klik select, dan di store result ketik K1, klik OK. Lihat di session akan terdapat niali K1 dan pada worksheet terdapat C6 dan C7.

Langkah selanjutnya pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K2 dan di expression klik tanda 6, klik tanda * sorot K1, klik select dan OK. Kemudian pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K3 dan di expression klik tanda 8, klik tanda *, klik tanda 8, kemudian OK. Dilanjutnkan dengan calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K4 dan di expression sorot K3, klik select, klik tanda -, klik tanda 1, dan OK.

Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K5 dan di expression sorot K4, klik select, klik tanda *, klik tanda 8, kemudian OK. Lakukan kembali pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K6 dan di expression sorot K2, klik select, klik tanda / kemudian sorot K5 dan OK. Kemudian Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K7 dan di expression klik tanda 1, klik tanda – ,sorot K6, klik select dan OK. Untuk menampilkan data, klik data, display data, sorot K2-K7, klik select, dan OK. Pada session akan muncul nilai K1-K7 dan K7 merupakan nilai korelasi (rs).

Dilanjutkan dengan uji t, Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K8 dan di expression ketik tanda 8, klik tanda 2, klik OK. Lanjut dengan memilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K9, di function sorot Square root, klik select, dan di expression muncul (SQRT(number)), ganti dengan K8 dan klik OK. Lakukan kembali pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K10 dan di expression sorot K7, klik tanda *, sorot K9 dan klik OK.

Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K11 dan di expression sorot K7, klik select, klik tanda *, sorot K7 klik sorot dan OK. Pilih calc, calculator kembali. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K12 dan di expression klik tanda 1, klik tanda -, sorot K11, klik select dan OK. Lakukan kembali Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K13, di function sorot Square root, klik select, dan di expression didapat sorot K4 (SQRT(number)) ganti number dengan K12 dan klik OK. Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K14 dan di expression sorot K10, klik select, klik tanda /, sorot K13, klik OK. Mumculkan semua data dari K8-K14 klik OK. Nilai K14 adalah nili t hitung.

Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K15 dan di expression klik tanda 8 + 1, dan klik OK. Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K16 dan di expression klik tanda 1, -, sorot K7, klik select dan OK. Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K17 dan di expression sorot K16, klik selesct, klik tanda /, 2 dan klik OK. Pilih calc, calculator. Pada jendela calculator, di store result in variable ketik K18 dan di expression sorot K15,klik select, klik tanda *, sorot K17, klik select, dan OK. Nilai K18 adalah nilai a.

Tahapan-tahan ini dibuat berdasarkan rumus untuk mencari korelasi dan regresi dengan tahap perhitungan  yang bertahap.

CARA MEMBACA OUTPUT KOMPUTER UNTUK REGRESI DAN KORELASI

output 1

Pearson correlation of Lama and Produksi = 0,981

antara lama dan produksi berkorelasi secara linier positif sangat kuat

P-Value = 0,000

terdapat korelasi antara lama dan produksi (nyata, P<0,01)

Regression Analysis: Produksi versus Lama

The regression equation is

Produksi = – 11,1 + 9,73 Lama

setiap peningkatan lama satu satuan akan meningkatkan produksi sebanyak satu satuan produksi

Predictor     Coef  SE Coef      T      P

Constant   -11,125    5,010  -2,22  0,057

Lama        9,7321   0,6781  14,35  0,000

S = 5,07423   R-Sq = 96,3%   R-Sq(adj) = 95,8%

R-Sq:ketepatan data terhadap model atau garis yang digunakan

R2=menerangkan bahwa 96,3% proporsi keragaman nilai peubah yang dapat diterangkan oleh peubah x melalui hubungan linier, sisanya (3,7%) dijelaskan hal lain.

Analysis of Variance

Source          DF      SS      MS       F      P

Regression       1  5304,0  5304,0  206,00  0,000

Residual Error   8   206,0    25,7

Total            9  5510,0

DF=derajat bebas

SS=jarak kuartil

MS=kuadran tengah

F=feasher

P=probability

output 2

Sum of C7

Sum of C7 = 32,5

Data Display

K1    32,5000

K2    195,000

K3    64,0000

K4    63,0000

K5    504,000

K6    0,386905

K7    0,613095

K8    6,00000

K9    2,44949

K10    1,50177

K11    0,375886

K12    0,624114

K13    0,790009

K14    1,90095 ADALAH t hitung

daerah kritis di buku teks statistik 2,306

tidak nyata atau tidak berkorelasi

Data Display

K15    9,00000

K16    0,386905

K17    0,193452

K18    1,74107

a=K18

b=K7

Y=1,741007+0,61309x

Y=1,76+0,61x

setiap penambahan satu satuan peubah x akan diikuti oleh kenaikan 0,61309y

Y=kemampuan mekanikal

X=ketangkasan jari

TAHUKAH ANDA MANFAAT DARI INSEMINASI BUATAN PADA BABI????


Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan (IB) kawin suntik adalah salah satu teknik beternak modern yang diterapkan secara efisien pada peternakan yang maju. Manfaat yang diperoleh dari inseminasi buatan menurut Toelihere (1993) diantaranya adalah meningkatkan penggunaan pejantan unggul, menghemat biaya, meningkatkan potensi genetik dan mencegah penularan penyakit. Kentungan lain dari IB adalah ternak dapat dikelola dengan dasar pengelompokkan dan kelompok-kelompok induk kawin, melahirkan dan disapih anaknya dan dikawinkan kembali tanpa membutuhkan banyak tenaga pejantan atau dengan kata lain dapat mengefisiensikan pengunaan pejantan ungggul (Sihombing, 2006). Sedangkan menurut Sterle dan Safranski (2005) serta McIntosh (2005), bahwa dalam pelaksanaannya kadang terjadi kendala untuk keberhasilan IB seperti lingkungan dan kesalahan manusia (cara mengoleksi, pengenceran, transportasi dan pada saat mendepositkan semen ke dalam alat kelamin betina) selain itu, apabila tidak diawasi dengan baik maka penyebaran penyakit menular akan semakin cepat dan kemungkinan sebagai alat penyebar abnormalitas genetik (Toelihere, 1993).

Mengawinkan berkelompok ada keuntungan tambahannya. Setiap setiap induk yang melahirkan dapat disamakan banyak anak yang diasuhnya. Anak-anak babi dapat diasuh dalam kelompok-kelompok sehingga memungkinkan diadakan pengujian dan dipasarkan serentak. Pengelompokkan produksi juga memungkinkan pengontrolan penyakit lebih mudah karena kandang melahirkan, kandang sapihan dan kandang pembesaran atau penggemukkan dapat dikosongkan dan dibersihkan antara setiap pengisian rombongan kelompok babi.

1.Sumber Pejantan

Pejantan memilki peranan penting dalam inseminasi buatan, karena dari pejantan dapat dimanfaatkan semennya. Kini di Negara-negara maju telah ada pusat-pusat penyediaan semen pejantan dalam bentuk beku maupun segar. Cairan semen segar biasanya dikirim setiap hari ke peternakan melalui pesawat udara, bus atau kurir. Peternak telah dilatih oleh tenaga-tenaga spesialis dari perguruan tinggi atau lembaga-lembaga penelitian selama dua sampai tiga hari menginseminasi ternak. Pejantan unggul dapat diperoleh melalui seleksi pejantan.

  • Seleksi Pejantan

Pejantan yang semennya banyak kini digunakan untuk inseminasi buatan antara lain dari pejantan bangsa Yolkshire, Landrace, Duroc, Hampshire, dan Lacombe. Pejantan-pejantan harus teruji mutunya secara prima seperti performan, fisik, kesehatan dan manejemen pemeliharaannya yang memenuhi standar.

Semen segar yang telah diencerkan dan semen beku, kini digunakan untuk tujuan inseminasi buatan. Cairan semen segar harus digunakan dalam 72 jam setelah diambil. Fertilitas semen beku biasanya menurun dan mengakibatkan 30% laju kebuntingan turun hingga 1-2 anak per kelahiran. Oleh karena itu, penggunaan semen beku dianjurkan jika semen segar tidak tersedia.

  • Kualitas Semen Babi Pejantan

Menurut Winters (1963), karakteristik kuantitatif semen babi adalah seperti tertera pada Tabel 1. Penentuan dan penilaian motilitas atau daya gerak spermatozoa menurut Toelihere (1993), adalah suatu prosedur visual yang dinyatakan secara komparatif dan tidak mutlak. Babi jantan yang fertil umumnya mempunyai 80 – 90% sperma motil aktif.

Tabel 1. Karakteristik Kuantitatif Semen pada Babi

Karakteristik Keterangan
Volume per ejakulat (cm3) 125-500
Konsentrasi sperma/mm3 25.000-1.000.000
pH 6,8 – 7,2

Toelihere (1993) juga menyatakan, bahwa konsentrasi spermatozoa merupakan faktor penting yang menggambarkan kualitas semen. Acrosom pada sperma mempunyai peranan penting dalam proses pembuahan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan secara khusus apakah terjadi ketidak normalan pada acrosom. Sel sperma babi termasuk ineffective anaerob, yaitu kesanggupan menggunakan karbohidrat secara anaerob hampir tidak ada. Kepadatan sel sperma pada babi jantan berbeda, berkisar antara 2500-250000 sel/µ. Sel sperma babi ini sanggup dan berfungsi secara aerob seperti halnya sel sperma sapi dan domba.

2.Mendeteksi Berahi Setepat Mungkin Pada Babi Betina

Induk senior (multipara) biasanya akan memperlihatkan puncak birahi 3-5 hari setelah anaknya disapih.. Estrus atau birahi pada induk babi terjadi karena aktifitas dari hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium, hal ini terjadi selama 3–4 hari dengan perubahan tingkah laku seperti suka mengganggu pejantan, kegelisahan meningkat, menaiki betina lainnya dan nafsu makan menurun serta mengeluarkan suara yang khas, jika ditekan atau diduduki punggungnya betina akan diam saja, vulva yang membengkak dan memerah serta keluarnya lendir keruh dan kental, bila tanda-tanda ini terlihat berarti babi betina tersebut siap kawin.

Inseminasi yang tepat dapat dilakukan pada waktu 24-36 jam setelah betina siap dinaiki pejantan Kesalahan yang sering dilakukan dalam IB adalah inseminasi dilakukan terlalu dini yang berakibat pada laju kebuntingan yang rendah dan jumlah anak per kelahiran sedikit. Berahi adalah hal penting yang harus diperhatikan. Pada Tabel 2 dapat dilihat data reproduksi babi induk sehingga peternak mampu mengestimasi waktu untuuk melaksanakan IB yang tepat.

Tabel 2. Data Reproduksi Babi Induk

Peristiwa Interval Rata-rata
Umur saat pubertas (bln)Lama Birasi (estrus) (hari)Panjang Siklus birashi (hari)

Waktu ovulasi (jam stlah birahi)

Saat yang baik untuk kawin

Lama Kebuntingan (hari)

4 – 71 – 518 – 24

12 – 48

estrus hr kedua

111 – 115

62 – 321

24 – 36

114

(3 bln, 3 mg, 3 hr)

Pubertas/birahi pada babi dara 4 – 7 bulan dengan rata-rata bobot badan 70-110 kg akan tetapi tidak dikawinkan sebelum umur 8 bulan atau pada periode estrus/birahi yang ketiga hal ini berguna untuk produksi anak yang lebih banyak dan lama hidup induk lebih panjang. Agar diperoleh anak yang lebih banyak maka induk dikawinkan pada 12 – 24 jam setelah tanda estrus/birahi. Dalam praktek dengan dua kali perkawinan yaitu 12 dan 24 jam setelah tanda estrus dimulai supaya ovum banyak dibuahi dan jumlah anak (litter size tinggi). Setelah mengetahui siklus betina, maka kita dapat melakukan IB.

3.Waktu menginseminasi

Kunci keberhasilan IB adalah waktu yang tepat menginseminasi. Untuk itu penting untuk mengingat waktu yang tepat. Pada umumnya pola berahi pada setiap betina babi adalah sama. Vulva akan memerah dan kemudian bengkak selama dua hari sebelum betina menerima pejantan didekatnya. Periode efektif untuk menginseminasi adalah sekitar 24-36 jam setelah puncak berahi karena menurut Sihombing (1997) telur yang paling banyak dilepaskan dari ovarium adalah 30-36 jam setelah mulai birahi dan saat melakukan pengawinan yang paling baik adalah pada akhir hari pertama birahi dan 24 jam kemudian.

Inseminasi yang pertama harus komplit 12-16 jam setelah dideteksi awal siap kawin (puncak berahi) dan sekali lagi 12-14 jam kemudian. Inseminasi yang kedua harus dilakukan meskipun induk tidak memperlihatkan tanda siap kawin. Birahi pada babi ditunjukkan dengan beberapa perubahan tingkah laku betina, yaitu suka mengganggu pejantan, gelisah, meniki betina lain, nafsu makan menurun dan babi betina mengeluarkan suara yang khas (Sihombing, 1997). Waktu yang tepat untuk mengawinkan babi menurut Winters (1963), adalah selama hari kedua birahi, sementara Hafez (1968) menyatakan, bahwa waktu terbaik untuk inseminasi adalah pada hari pertama atau hari kedua birahi dan menurut Toelihere (1993), waktu optimum untuk inseminasi buatan adalah 10-25 jam sesudah permulaan birahi.

4.Tahapan melakukan Inseminasi Buatan

Tahapan dalam melakukan inseminasi buatan meliputi penampungan semen, pemeriksaan semen, pengolahan semen yang telah ditampung dan pelaksanaan inseminasi.

Penampungan Semen

Penampung semen babi jantan dapat menggunakan vagina buatan dengan temperatur sekitar 40,5 sampai 45,50C atau hampir sama dengan temperatur vagina yang sesungguhnya. Babi pejantan terlebih dahulu dilatih sebelum vagina buatan digunakan, yaitu menggunakan babi betina yang birahi (Sihombing, 1974/1975) atau dummy (Toelihere, 1993). Segera setelah pejantan menaiki betina atau dummy (hewan tiruan), penis babi diarahkan ke dalam vagina buatan dan semen akan diejakulasikan (Sihombing 1974/1975).

Ejakulasi ini biasanya akan tejadi dalam 10-15 menit atau lebih lama lagi untuk berlangsungnya ejakulasi yang komplit. Berlangsungnya ejakulasi ini bertahap, bagian yang encer dan terang, sedikit kental seperti susu dan terakhir bagian yang kental seperti gelatin. Jika ditinjau dari kandungan sel spermanya maka akan didapati bagian yang disebut fase presperm ( fraksi 1-3) yaitu bagian semen yang keluar sampai 7 menit pertama dari ejakulasi, fase sperm rich (fraksi 5) yakni bagian semen yang keluar sekitar menit ke 13 (Sihombing, 1983)

Pemeriksaan Semen

Semen yang telah ditampung diperiksa secara makroskopis dan mikroskopis untuk dapat mengetahui layak tidaknya semen yang ditampung untuk digunakan dalam inseminasi buatan. Pemeriksan makroskopis meliputi warna, pH, bau, kekentalan, volume. Sedangkan pemeriksaan mikroskopis dilakukan dibawah mikroskop yang meliputi pemeriksaan motilitas atau gerakan sperma, rasio sperma yang hidup dan yang mati, morfologi spermatozoa. dan konsentarsi spermatozoa. semenyang layak digunakan untuk IB adalah semen yang yang memenuhi kriteria untuk kebutuhan IB.

Pengolahan Semen

Volume semen yang ditambahkan ke dalam bahan pengencer atau yang tidak diencerkan adalah sebanyak 50-100 ml (Winters, 1963), sedangkan menurut Hafez (1968) kadar pengenceran terhadap 1 ml semen adalah 10 ml. pengawetan semen yang sudah diencerkan menurut Toelihere (1993), adalah dengan mendinginkan secara bertahap sehingga suhunya mencapai 12-200C, yang merupakan suhu optimum untuk penyimpanan semen babi.

Pada pengolahan semen babi banyak ahli sepakat untuk memisahkan dan menyingkirkan bagian yang berupa gelatin dari semen, dan hal ini dapat dilakukan dengan menyaring semen melalui kain steril, namun banyak peternak lebih suka dengan mengendapkan lalu dituangkan saja. Semen yang telah disaring dapat digunakan segera setelah ditampung tanpa diencerkan. Dalam hal ini harus dijaga agar suhu semen tersebut adalah sekitar 26,70C dan sebanyak 50 cc harus digunakan per ekor babi betina. Tetapi sebenarnya dengan cara ini mengurangi arti IB, karena tujuan IB adalah pemakaian seekor jantan terhadap sejumlah betina.

Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Deteksi birahi dan waktu inseminasi sangat penting untuk mendapatkan litter size yang tinggi dalam inseminasi buatan pada babi betina (Toelihere, 1993). Induk dirangsang dengan meraba sampingnya dan menekan punggung dan pangkal pahanya sebelum menyisipkan kateter ke dalam vulva. Sebaiknya ada pejantan disamping betina selama melakukan inseminasi untuk memancing betina untuk diam. Kateter dilicinkan dengan sedikit cairan parafin dan hindari ujung yang tajam kemudian disisipkan perlahan-lahan. Semua semen harus disalurkan ke dalam alat kelamin betina. Inseminasi mungkin berlangsung selama kurang lebih 15 menit.

Ketika terdapat semen yang keluar dari vulva, tekanan dalam botol semen harus dikurangi dan secara perlahan-lahan diraba samping dan pangkal paha betina untuk meningkatkan rangsangan sehingga kateter tetap didalam servix. Jika semen tidak melimpah keluar, kateter harus digerakkan maju dan mundur dan dengan perlahan-lahan tekanan dalam container semen ditambah. Setelah semua semen habis di dalam container, kateter ditarik perlahan-lahan. Induk harus dibiarkan di tempat menginseminasi hingga periode berahi berakhir. Penginseminasian harus dilakukan ditempat sunyi dan nyaman.

DAFTAR PUSTAKA

Hafez, E. S. E. 1968. Reproduction in Farm Animal. Lea and Febiger, Philadelphia.

McIntosh, B. 2005. McIntosh AB consultants. http://www.dbi.glg. gov.au/pigs/4555.html. [25 November 2009]

Parakkasi, A. 1990. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Angkasa, Bandung.

Sihombing, D. T. H. 1997. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sihombing, D. T. H. 1974/1975. Ilmu Ternak Babi. Institut Pertanian Bogor. Biro Penataran, Bogor.

Sihombing, D. T. H. 1983. Ilmu Produksi Ternak Babi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sterle, J. dan T. Safranski. 2005. Departement of Animal Science University of Missoury. http://nuextension.Missouri.edu/explore/angguides/ansci /90231. htm. [25 November 2009]

Toelihere, M. R. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa, Bandung.

Winters, L. M. 1963. Animal Breeding. John Wiley and Sons, Inc., New York.

About these ads

1 Komentar »

  1. vanduth Said:

    wadu,,,,udah pada liat kan????
    oke banget kan,hahahahahaha….


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: